Cara Menanam Budidaya Jahe Merah Di Lahan Terbuka atau Kebun Bagi Pemula

Posted on

Cara Menanam Budidaya Jahe Merah Di Lahan Terbuka atau Kebun Bagi Pemula – Jahe merah adalah salah satu jenis jahe yang tidak hanya digunakan sebagai jamu atau obat herbal, jahe merah juga dimanfaatkan dalam bidang farmasi kesehatan, kecantikan, parfum dan lainnya. Manfaat jahe merah antara lain dapat membantu menurunkan berat badan, menjaga kondisi jantung, mengatasi gangguan pencernaan dan lain sebagainya.

Minyak atsiri yang terdapat dalam rimpang jahe merah mengandung trans-geraniol, geranil asetat, zingiberen, sitral, kurkumen, oleoresin, gingerole, -shogaol, gingerdiol, 10-dehydroginger-dion, 10-ginger-dion, 6-gingerdion, dan kapsaisin. Di samping itu terdapat pula α-Pinen, β-felandren, kamfen, limo-nen, Linalool, Borneol, Sitral, Noni-alde-hida, desil aldehida, Metil heptenon, Sineol, Bisabolen, α-Kurkumen, Farnesen, Humulen dan Zingiberol.

Klasifikasi Jahe Merah
Divisi: Spermatophyta
Sub Divisi: Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Famili : Zingiberales
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinale Rosc.

Cara Menanam Jahe Merah

Syarat Tumbuh

Jahe merah dapat tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian sekitar 0-1500 mdpl, memiliki curah hujan sekitar 2500-3000 mm/tahun, memiliki kelembaban udara sekitar 70%-80%. Tanah yang baik untuk budidaya jahe merah yaitu tanah yang memiliki unsur hara yang tinggi dan memiliki pH sekitar 5,5-7.

Persiapan Bibit Jahe Merah

Bibit jahe merah diperoleh dari rimpang tanaman induk yang sehat dan telah berumur sekitar 9-10 bulan yang ditandai dengan kulit rimpang jahe yang mengering berwarna merah kecoklatan.

Persemaian Bibit Jahe Merah

Setelah rimpang diperoleh, selanjutnya rimpang dipotong dengan menggunakan pisau atau yang lainnya dan ambil mata tunasnya. Selanjutnya semaikan bibit pada media persemaian lalu tutup dengan sungkup plastik transparan hingga seminggu lebih. Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari lalu tutup kembali sungkupnya.

Pemilihan Lahan Tanam Jahe Merah

Lahan yang akan digunakan untuk menanam jahe merah diolah terlebih dahulu dengan cara dibajak dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah digemburkan selanjutnya tanah dibiarkan selama sekitar 2 minggu hingga 4 minggu agar gas beracun dalam tanah menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. JIka dirasakan tanah pada pengolahan pertama dirasa belum gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah untuk kedua kalinya pada sekitar 2 minggu atau 3 minggu sebelum tanam. Setelah itu, berikan pupuk kandang dengan dosis 1.500 kg-2.500 kg. Apabila pH tanah kurang dapat dilakukan pengapuran dengan menggunakan dolomit.

Selanjutnya buatlah bedengan dengan ukuran tinggi sekitar 20 cm-30 cm, lebar sekitar 80 cm-100 cm, sedangkan untuk panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Lalu buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 cm hingga 7,5 cm untuk menanam bibit.

Cara Menanam Jahe Merah

Setelah semuanya siap, lakukan penanaman engan cara meletakkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober.

Cara Merawat Jahe Merah

Penyiangan
Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman jahe merah. Penyiangan tersebut dilakukan secara manual dengan cara mencabutinya dengan tangan agar nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jahe merah tidak berebut dengan gulma tersebut.

Pemupukan
Agar ketersedian unsur hara di dalam tanah tetap terjaga maka perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan tersebut dilakukan dengan menggunakan pupuk NPK.

Masa Panen Jahe Merah

Pamanenan jahe merah bisa dilakukan setelah tanaman jahe berumur sekitar 9-10 bulan atau bisa juga lebih awal jika tanaman mulai terserang hama penyakit yaitu pada sekitar umur 6-7 bulan. Setelah dipanen, jahe tersebut di cuci hingga bersih selanjutnya jahe merah bisa dijual atau digunakan sendiri.

Demikian artikel pembahasan tentang”Cara Menanam Budidaya Jahe Merah Di Lahan Terbuka atau Kebun Bagi Pemula“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami selanjutnya. Sampai jumpa