Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot (Tabulampot Jambu Air) Agar Cepat Berbuah Bagi Pemula

Posted on

Panduan Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot (Tabulampot Jambu Air) Agar Cepat Berbuah Bagi Pemula – Jambu air adalah jenis tumbuhan yang masuk dalam suku Myrtaceae atau jambu-jambuan, tumbuhan ini berasal dari kawasan Asia Tenggara. Buah jambu seperti buah buni, bentuknya seperti gasing dengan bagian pangkal kecil dan bagian ujung melebar serta biasanya bagian ujung dengan pangkal di pisahkan oleh lekukan. Buah jambu air biasanya berwarna merah, merah hati, putih atau hijau dan berwarna putih pada bagian dalam, mengandung banyak air, serta rasanya ada yang manis, masam dan ada yang sedikit sepat.

Ada berbagai jenis jambu air yang sering ditemui dipasaran diantaranya jambu air cengkih, jambu air madu, jambu air king citra, jambu air kampret, jambu air king rose, jambu air lilin, jambu air maduran, jambu air irung petruk, dan jambu air kancing.

Karena rasanya yang segar, banyak orang yang menyukai jambu air untuk dikonsumsi baik sebagai buah meja ataupun dibuat olahan makanan seperti rujak atau manisan. Jika anda ingen membudidayakan jambu air ini namun tidak memiliki lahan untuk menanamannya, anda dapat menanam jambu air dalam pot atau tabulampot jambu air. Berikut Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot:

Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot Atau Tabulampot Jambu Air

Pembibitan Jambu Air

Untuk memperoleh bibit, jambu air dapat diperbanyak dengan cara generatif atau melalui biji dan cara vegetatif atau melalui cangkok, okulasi dan stek. Jika menggunakan bibit generatif, cara tersebut membutuhkan waktu yang lama hingga tanaman berbuah. Sedangkan dengan bibit vegetatif tanaman jambu akan lebih cepat berbuah.

Jika ingin mencangkok jambu air, berikut tips cara cangkok jambu air:

  • Pilihlah pohon induk yang berumur sekitar 10 hingga 15 tahun serta indukan memiliki kualitas tumbuh atau kesuburan yang bagus, jambunya enak dan lebat.
  • Cabang yang akan dicangkok sebaiknya mempunyai fisik bagus dan tidak cacat.
  • Lakukan cangkok pada cabang dan biarkan hingga akar cukup panang.
  • Jika akar sudah panjang, potong bagian bawah cangkokan dan bibit jambu air siap untuk di tanam.

Jika anda tidak ingin repot untuk menyiapkan bibit, anda dapat membeli bibit jambu air di toko tanaman.

Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot

Pot atau polybag yang akan digunakan untuk menanam jambu air sebaiknya berdiameter 50 cm. Pastikan pot memiliki drainase yang baik. Siapkan pula media tanam berupa campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Sebelumnya, masukkan kerikil di bagian dasar pot agar media tanam tidak keluar bersamaan dengan air penyiraman. Jika sudah, selanjutnya masukkan media tanam kira-kira 2/3 dari volume pot.

Setelah itu, tanam bibit jambu ke dalam pot namun sebelumnya bibit disiram terlebih dahulu dan lepaskan polybag tanamnya secara perlahan agar media tanamnya tidak hancur. Letakkan bibit di bagian tengah pot dan timbun kembali dengan media tanam hingga 5 cm dibawah mulut pot. Jika sudah, lakukan penyiraman hingga jenuh.

Cara Merawat Jambu Air Dalam Pot

Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari atau disesuaikan dengan cuaca. Setelah lebih dari 3 bulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang ditambahkan TS. Pemupukan berikutnya dapat dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Pemupukan juga bisa dilakukan setiap seminggu sekali jika pohon tidak berbuah dan 2 kali seminggu jika pohon sudah berbuah, pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk NPK dan pupuk kandang.

Masa Panen Jambu Air

Jambu air dengan bibit cangkokan dapat berbuah setelah 8-12 bulan setelah tanam. Walaupun buah tidak terlalu banyak karena ranting juga masih sedikit. Jambu air akan mulai banyak berbuah jika sudah tahun ke 3 atau 4.

Jambu air biasanya bisa berbuah sebanyak 2 kali dalam setahun. Pemanenan ini dilakukan dengan cara petik pilih. Biasanya buah yang siap panen berukuran maksimal dan warnanya telah berubah.

Demikian artikel pembahasan tentang”Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot (Tabulampot Jambu Air) Agar Cepat Berbuah Bagi Pemula“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa