Panduan Lengkap Cara Menanam Budidaya Leunca atau Ranti Agar Berbuah Lebat Bagi Pemula

Posted on

Panduan Lengkap Cara Menanam Budidaya Leunca atau Ranti Agar Berbuah Lebat Bagi Pemula – Ranti atau leunca (Solanum nigrum L.) adalah tumbuhan anggota suku terung-terungan (Solanaceae) yang buahnya dikenal sebagai sayuran dan juga menjadi bahan pengobatan. Tumbuhan ini berasal dari Asia Barat dan telah menyebar ke seluruh penjuru dunia karena mampu hidup dalam kondisi tertekan. Dalam bahasa Inggris ia paling banyak dikenal sebagai (European) black nightshade.

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
(tidak termasuk): Angiospermae
(tidak termasuk): Eudikotil
(tidak termasuk): Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Genus: Solanum
Spesies: Solanum nigrum
Subspecies:
S. nigrum subsp. nigrum
S. nigrum subsp. schultesii

Tanaman leunca berupa terna atau perdu semusim atau tahunan, tergantung tempat hidupnya. Tumbuhan ini menyukai kawasan ladang atau kebun yang terang. Tinggi tanaman leunca dapat mencapai 120 cm. Batangnya cenderung tidak berkayu, ditutupi rambut halus. Daunnya dapat mencapai panjang 7 cm dan lebar 5 cm, bercangap di tepinya, dan permukaannya dapat ditutupi rambut. Bunga tersusun dalam rangkaian, mahkotanya brwarna putih kehijauan, dengan kepala sari kuning tegak, menutupi putiknya. Buahnya biasanya kecil, kurang dari satu cm diameternya, sewaktu muda berwarna hijau dan berangsur ungu pekat ketika masak.

Cara Menanam Budidaya Leunca atau Ranti

Syarat Tumbuh Leunca atau Ranti

Ranti atau Leunca mudah ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, baik di tempat yang terbuka maupun tempat yang terlindung (teduh). Pada umumnya ranti ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian di atas 500 m dpl. Ranti dapat ditanam pada semua jenis tanah yang beriklim basah. Waktu tanam yang baik untuk ranti pada awal musim kemarau atau akhir musim hujan.

Persiapan Lahan Tanam Leunca

Lahan yang akan digunakan untuk menanam leunca di olah terlebih dahulu. Bersihkan gulma dan tanaman pengganggu lainnya lalu gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul kemudian buatlah bedengan disesuaikan dengan lahan. Setelah itu, taburkan pupuk organik berupa pupuk kandang.

Setelah penaburan pupuk organik selanjutnya taburkan pupuk kimia berupa pupuk Mutiara, Poska dan pupuk lainnya, tapi jangan terlalu banyak, secukupnya saja agar tidak berpotensi buruk dan mati pada proses penanaman Leunca nantinya .

Setelah penaburan pupuk kimia tersebut, campurkan dengan pupuk organik dan tanah hingga tercampur rata. Biarkan pupuk kimia dan organik tersebut tercampur merata selama 2-4 hari. Kemudian, buatlah lubang tanam dengan jarak tanam 40 x 40 cm.

Persiapan Bibit Leunca

Perbanyakan bibit leunca dapat diperoleh melalui biji. Pilih biji yang berasal dari buah yang berasal dari tanaman yang berkualitas dan sehat.

Selanjutnya, biji tersebut disemai terlebih dahulu setelah bibit berumur 1.5 bulan, bibit dipindahkan ke lahan tanam.

Penanaman dan Pemeliharaan Leunca

Setelah semuanya siap, segera lakukan penanaman.Setelah itu, lakukan perawatan, lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada di lahan tanam. Penyiangan ini dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali. Lakukan pula penyemprotan setiap 1 atau 2 minggu sekali agar pertumbuhan leunca tersebut tidak terserang berbagai hama dan penyakit.

Lakukan pemupukan susulan pada saat tanaman leunca berumur 10 hari setelah ditanam ke lahan dan selanjutnya dapat disesuaikan.

Lakukan penyiraman secara rutin yaitu setiap pagi dan sore hari atau disesuaikan dengan kondisi lahan dan cuaca.

Pemanenan Leunca

Buah ranti/ lenca pertama kali dapat dipanen setelah tanaman berumur 3-4 bulan dari waktu menyebar. Buah yang dipetik biasanya yang hampir tua karena buah yang terlalu tua rasanya liat. Tanaman ranti yang baik dapat menghasilkan lebih dari 2,5 ton/ha.

Demikian artikel pembahasan tentang “Panduan Lengkap Cara Menanam Budidaya Leunca atau Ranti Agar Berbuah Lebat Bagi Pemula“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa