Cara Menanam Pohon Pisang dengan Sistem Bonggol Terbalik Lebih Menguntungkan

1 min read

Cara Menanam Pohon Pisang Sistem Bonggol Terbalik – Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang paling banyak dibudidayakan, baik dari segi rumahan sebagai tanaman pekarangan hingga menjadi salah satu bisnis perkebunan. Selain karena mangsa pasar yang tinggi, tanaman pisang juga memiliki masa panen yang singkat dan dapat berbuah dalam jumlah besar. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk membudidayakannya. Ada berbagai teknik penanaman phon pisang yang bisa anda lakukan, salah satunya adalah teknik penanaman sistem bonggol terbalik.

Sistem penanaman bonggol terbalik ini sudah banyak dilakukan di Thailand. Sistem bonggol terbalik ini yaitu meletakkan bagian bonggol pisang berada diatas. Salah satu keuntungan dengan sistem ini adalah dapat menghasilkan lebih dari satu pohon dan pohon pisang tidak terlalu tinggi saat berbuah. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang cara menanam pohon pisang dengan sistem bonggol terbalik.

Baca Juga : Cara Menanam Budidaya Pisang Cavendish

Cara Menanam Pohon Pisang Sistem Bonggol Terbalik

1. Siapkan lahan tanam

Kriteria lahan tanam yang baik yaitu:

  • Lahan harus lembab dan subur
  • Buat lubang dengan ukuran berdiameter 50-100cm dengan kedalaman 80cm, atau disesuaikan dengan bonggol yang akan anda tanam.

2. Siapkan Bonggol yang Berkualitas

  • Kriteria bonggol pisang yang baik yaitu:
  • Bonggol berukuran besar dan sehat.
  • Potong bonggol dengan panjang kurang lebih 40-50cm.
  • Bonggol bersih dan tidak terserang hama.
  • Potong akar yang masih menempel pada bonggol secara rapi dan menyeluruh.
  • Sirami bonggol dengan air hingga basah pada seluruh bagian untuk membersihkan dan melembabkan.

3. Cara Penanaman

  • Masukkan bonggol pisang ke dalam lahan yang telah dilubangi dengan posisi terbalik.
  • Letakkan secara tegak luruh agar pertumbuhan batang bagus dan tidak miring.
  • Tutup bonggol pisang dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk organik secara menyeluruh untuk mempercepat dan menyuburkan tanah.
  • Pada bagian atas dapat ditutup dengan jerami atau merang yang berfungsi sebagai pupuk alamiah.

Baca Juga : Cara Menanam Pisang Ambon Agar Berbuah Lebat

4. Cara Perawatan

  • Penyiraman bisa dilakukan secara berkala yaitu sehari sekali.
  • Pemberian pupuk dilakukan sebulan sekali, sedangkan hormon perangsang buah diberikan saat pohon sudah menghasilkan buah.
  • Pemberantasan hama dilakukan dengan membersihkan tanah sekitar pohon agar terhindar dari rumput liar yang menghambat pertumbuhan.
  • Pemangkasan dilakukan ketika ada tunas yang mati dan bagian lain rusak atau layu agar tidak menyebar ke bagian lainnya.
  • Penggunaan pestisida juga sebaiknya dilakukan secukupnya saja karena dapat menimbulkan pencemaran. Sebaiknya gunakan pengendalian hama secara biologis karena tidak menimbulkan pencemaran.
  • Topang pohon dengan bambu atau kayu agar pohon tidak goyah sebelum panen.

5. Masa Panen

Masa panen pertama biasanya mulai terlihat dalam hitungan beberapa bulan. Paling cepat, teknik ini akan mulai bertunas setelah 3 bulan namun tergantung dengan perawatan yang diberikan. Biasanya, pada musim kemarau, buah pisang sudah dapat dipanen dengan waktu yang lebih cepat, yaitu sekitar 80 hari sejak keluar jantung pisang. Sedangkan pada musim penghujan biasanya masa panen lebih lambat yaitu 120 hari sejak keluarnya jantung pisang. Hal ini dikarenakan pohon pisang lebih cocok dengan iklim panas meskipun juga dapat tumbuh dengan baik di musim penghujan.

Baca Juga : Cara Menanam Pisang Agar Cepat Berbuah

Perlu diketahui, teknik penanam sistem terbalik ini menghasilkan pohon yang tidak terlalu tinggi dan pohon yang tumbuh akan lebih banyak sehingga anda tidak membutuhkan bonggol pisang yang banyak untuk menanam pisang.

Itulah informasi yang diberikan tentang Cara Menanam Pohon Pisang Sistem Bonggol Terbalik Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai sumber literasi bagi pembaca.