Cara Fermentasi Biji Kakao yang Tepat untuk Hasil Cokelat Berkualitas

1 min read

Cara Fermentasi Biji Kakao – Untuk mendapatkan kualitas produk cokelat yang berkualitas tentu dibutuhkan proses yang cukup panjang dalam pengolahannya. Mulai dari tahap fermentasi, pengeringan dan penyangraian biji kakao pasca panen. Proses paling penting dari langkah tersebut adalah tahap fermentasi biji kakao pasca panen.

Proses fermentasi bertujuan untuk membebaskan biji kakao dari pulp (daging buah) dan mematikan biji saja. Selain itu, fermentasi juga bertujuan untuk memperbaiki dan membentuk cita rasa cokelat yang enak serta mengurangi rasa sepat dan pahit. Fermentasi juga dilakukan untuk meningkatkan mutu biji kakao sehingga kadar air, kadar kulit biji, dan kadar jamur menurun.

Baca Juga : Tips Panen Buah Kakao

Fermentasi biji kakao dilakukan dengan cara tradisional yang Fermentasi juga meningkatkan mutu biji kakao sehingga kadar air, kadar kulit biji, dan kadar jamur menurun. Mikroorganisme itu dapat berupa bakteri maupun ragi yang terdapat pada buah atau pulp kakao yang menghidrolisis senyawa-senyawa pada pulp menjadi senyawa yang beraroma.

Proses fermentasi tersebut akan menyebabkan perubahan kimiawi pada biji. Perubahan proses kimiawi tersebut diharapkan dapat menciptakan aroma khas pada cokelat dan menghasilkan warna coklat yang menarik.

Baca Juga : Teknik Cara Sambung Pucuk Tanaman Kakao

Cara Fermentasi Biji Kakao

Biasanya proses fermentasi biji kakao membutuhkan 5-8 hari tergantung dari jenis kakao nya. Fermentasi kakao sangat mempengaruhi cita rasa khas kakao, jadi jika proses fermentasi tidak sempurna, maka sering tercipta rasa yang tidak diinginkan seperti masam dan pahit. Berikut proses fermentasi biji kakao.

Peralatan :

  • Pisau dan talenan untuk membelah kulit dan mengeluarkan biji coklat.
  • 2 Kotak fermentasi untuk memfermentasi biji coklat yang masih diselimuti pulp dan plasenta.
  • Bak fermentasi terbuat dari papan. Pada dinding dan dasar kotak terdapat lobang-lobang untuk aerasi (aliran udara). Adanya aliran udara akan memungkinkan pertumbuhan mikroba untuk fermentasi pulp dan plasenta.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kakao/Coklat 

Proses Fermentasi

  • Kulit buah dibelah, dan biji yang diselimuti oleh pulp dan plasenta dikeluarkan, serta dipisahkan.
  • Biji kakao yang ber-pulp dan berplasenta tersebut dimasukkan ke dalam kotak fermentasi 1, kemudian dibiarkan mengalami fermentasi selama 24 jam.
  • Setelah itu biji dipindahkan lagi ke kotak fermentasi 2 yang masih kosong. Biji dibiarkan lagi mengalami fermentasi selama 24 jam.
  • Setelah itu biji dipindahkan lagi ke kotak fermentasi 1. Dilakukan seterusnya sampai m5 kali pemindahan sehingga lama fermentsi adalah 5 hari (5×24 jam).
  • Setelah fermentasi selesai dilakukan, biji dicuci, kemudian dijemur dengan sinar matahari, ataui dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 10%.
  • Biji yang telah kering disimpan di dalam karung plastik atau karung goni di tempat yang tidak panas dan tidak lembab.

Fermentasi kakao merupakan proses yang sangat penting dalam pengolahan pasca panen kakao. Karena itulah, diharapkan petani dapat melakukan proses tersebut. Selain itu, perbedaan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga kakao tanpa fermentasi. Sehingga petanilebih lebih banyak mendapat keuntungan.

Baca Juga : Jenis Hama Penyakit Tanaman Kakao

Itulah informasi yang diberikan tentang Cara Fermentasi Biji Kakao yang Tepat untuk Hasil Cokelat BerkualitasSemoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai sumber literasi bagi pembaca.