Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat yang Baik dan Benar Agar Cepat Berbuah

2 min read

Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat – Ketersediaan bibit pada budidaya tanaman merupakan langkah awal dan faktor terpenting untuk menunjang keberhasilan budidaya, tak terkecuali juga pada tanaman alpukat. Seperti yang kita ketahui, alpukat memiliki banyak kandungan Gizi pada buah alpukat yang baik untuk kesehatan dan kecantikan. Untuk menunjang keberhasilan proses budidaya tanaman alpukat dibutuhkan bibit atau benih tanaman yang unggul . Benih atau bibit tanaman alpukat unggul didapatkan daeri proses pembibitan dengan teknik perbanyakan vegetatif, yaitu melalui sambung pucuk, cangkok, okulasi dan stek. Sedangkan perbanyak secara generatif (biji) digunakan sebagai batang bawah atau untuk keperluan pemuliaan varietas baru. Dari teknik perbanyakan vegetatif, sambung pucuk dan okulasi memiliki kelebihan perakaran yang kuat dibandingkan teknik cangkok atau stek. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami berikan tentang Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat yang Baik dan Benar Agar Cepat Berbuah.

Sambung pucuk atau grafting adalah metode perbanyakan tanaman yang sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk memperbaiki sifat tanaman. Prinsip dari teknik sambung pucuk atau Grafting adalah dengan menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sehingga dua bagian tanaman tersebut menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

Baca Juga : Cara Mencangkok Tanaman Jambu Air

Bagian tanaman yang digabungkan adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Sedangkan bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion. Scion dapat berupa potongan batang atas/entres (cutting) atau dapat berupa mata tunas tanaman. Jika scion yang digunakan cutting, maka disebut dengan grafting/sambung pucuk. Namun jika scion yang digunakan mata tunas, maka disebut dengan penempelan, budding, atau okulasi. Lebih jelasnya simak penjelasan cara okulasi tanaman alpukat dibawah.

Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat

Pada teknik sambung pucuk atau Grafting ada dua bagian penting yang harus disiapkan, yaitu tanaman bagian bawah yang bertanggung jawab dalam sistem perakaran, dan tanaman bagian atas yang akan disambungkan kebatang batang bawah. Selain memperhatikan jenis bibit yang digunakan, petani juga perlu mengetahui cara budidaya tanaman alpukat. Lebih jelasnya berikut cara sambung pucuk tanaman alpukat.

Baca Juga : Cara Stek Pohon Apel India atau Putsa

Siapkan Batang Bawah

Tahap pertama, terlebih dahulu siapkan tanaman batang bawah yaitu bibit tanaman alpukat yang berasal dari persemaian biji yang telah berumur 3-4 bulan. usahakan pilih batang dengan diameter yang kurang lebih sama dengan batang atas yang akan digunakan.

Siapkan Batang Atas/Entres

Tahap kedua, siapkan batang atas/entres yang didapatkan dari pohon alpukat indukan dengan varietas unggul, produktif, sehat dan bebas dari serangan hama atau penyakit. Pilih bagian entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman). Potong entres pilihan, lalu pangkas semua daunnya.

Alat yang Dibutuhkan

  • Siapkan pisau okulasi yang tajam atau cutter, bersihkan dengan alkohol agar steril.
  • Gunakan plastik PE, grafting tape, atau gunakan plastik es lilin untuk membalut batang.

Baca Juga : Cara Mencangkok Apel India atau Putsa

Tahap Sambung Pucuk / Grafting

  • Terlebih dahulu potong pohon batang bawah dibagian sedang, yaitu batang tidak terlalu muda atau terlalu tua.
  • Lalu, belah batang bawah sekitar 2-2.5 cm dengan menggunakan pisau tajam, cutter atau silet tepat dibagian tengah sehingga kedua sisinya sama.
  • Selanjutnya, Siapkan batang atas/entres kira-kira 10-15cm, dan pada batang atas atau entres lakukan sayatan pada sisi kanan dan kirinya agar membentuk lancip seperti baji. Lakukan sayatan hanya sekali saja, jangan diulang-ulang.

Baca Juga : Cara Okulasi Tanaman Jeruk

  • Setelah itu, sisipkan batang atas/entres pada belahan batang bawah, usahakan kambium batang atas dan batang bawah saling bertemu. Karena itu, penting untuk memilih batang bawah dan batang atas dengan ukuran yang hampir sama.
  • Selanjutnya, lakukan pengikatan sambungan dengan menggunakan plastik es lilin atau grafting tape.
    Ikat dengan cara melilitkan plastik es lilin dari bagian bawah sambungan hingga sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat ikatan dibagian atas agar air hujan tidak masuk mengenai sambungan, lilitkan kembali ke bawah kemudian diikat.
  • Ikatan tidak boleh terlalu kuat karena dapat menyebabkan memar pada bibit sehingga dapat menyebabkan kegagalan. Ikat asal rapat dan sambungan tidak tidak goyah.
  • Setelah itu, sungkup entres menggunakan plastik es dan sungkup tidak perlu diikat.
  • Sisakan daun pada batang bawah agar tanaman dapat berfotosintesis, sehingga proses penyambungan berjalan dengan baik.
  • Jika batang bawah ditanam dalam polybag maka sebaiknya letakkan diarea teduh agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. Namun, jika batang bawah ditanam pada lahan maka buat naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung.
  • Jika teknik sambung pucuk/grafting berhasil, dalam 2 minggu biasanya akan tumbuh tunas-tunas baru yang muncul dari ketiak-ketiak daun entres.

Baca Juga : Cara Okulasi Pada Tanaman Durian

Biasanya kurang lebih 3 bulan setelah penyambungan, tanaman telah tumbuh baik dan sambungan sudah tampak kuat, maka tali pengikat pada batang sambung pucuk bisa dibuka. Jika tali telah dibuka, maka bibit sudah siap ditanam pada pot sebagai tabulampot atau ditanam langsung pada lahan. Perhatikan juga hama dan penyakit tanaman alpukat agar tanaman dapat tumbuh subur dan berbuah lebat.

Demikian artikel pembahasan tentang Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat , semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.