Cara Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Coklat) yang Baik dan Benar Agar Cepat Berbuah

3 min read

Cara Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Coklat) – Sambung pucuk adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara menggabungkan 2 tanaman batang bawah dengan batang bagian atas/entres untuk menciptakan tanaman baru. Teknik sambung pucuk ini bisa dilakukan pada jenis tanaman berkayu, salah satunya sambung pucuk pada Tanaman Kakao (Coklat).

Sambung pucuk tanaman kakao dilakukan agar tanaman lebih cepat berbuah dan menghasilkan kualitas buah yang sama unggul dengan tanaman induknya. Untuk mendapatkan tanaman kakao yang unggul dan berkualitas diperlukan jenis benih atau bibit berkualitas. Bibit Kakao berkualitas bisa didapatkan dengan teknik perbanyakan vegetatif, yaitu melalui Okulasi, sambung pucuk, cangkok dan stek. Namun teknik sambung pucuk dan okulasi tanaman nangka lebih direkomendasikan. Untuk itu kali ini kita akan memberikan tentang Cara Sambung Pucuk Tanaman Kakao yang Benar Agar Kualitas Baik dan Cepat Berbuah.

Baca Juga : Cara Okulasi Tanaman Jeruk

Sambung pucuk atau grafting adalah metode perbanyakan tanaman yang sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk memperbaiki sifat tanaman. Prinsip dari teknik sambung pucuk atau Grafting adalah dengan menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sehingga dua bagian tanaman tersebut menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

Bagian tanaman yang digabungkan adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Sedangkan bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion. Scion dapat berupa potongan batang atas/entres (cutting) atau dapat berupa mata tunas tanaman. Jika scion yang digunakan cutting, maka disebut dengan grafting/sambung pucuk. Namun jika scion yang digunakan mata tunas, maka disebut dengan penempelan, budding, atau okulasi. Lebih jelasnya simak penjelasan cara sambung pucuk tanaman nangka dibawah.

Baca Juga : Cara Sambung Pucuk Mangga

Cara Sambung Pucuk Tanaman Kakao

Tanaman kakao memiliki nama latin Theobroma cacao L. yang merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran cukup penting bagi perekonomian nasional. Kakao atau coklat memiliki banyak manfaat muladi dari industri makanana hingga kosmetik. Karena itulah, saat ini banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan tanaman kakao. Untuk mendapatkan hasil panen kakaio yang unggul dan berkualitasm dibutuhkan bibit yang unggul pula. Berikut ini salah satu metode sambung pucuk tanaman kakao yang bida dijadikan sumber informasi.

Pada teknik sambung pucuk atau Grafting ada dua bagian penting yang harus disiapkan, yaitu tanaman bagian bawah yang bertanggung jawab dalam sistem perakaran, dan tanaman bagian atas yang akan disambungkan kebatang batang bawah. Berikut cara sambung pucuk tanaman kakao (coklat).

Baca Juga: Cara Sambung Pucuk Tanaman Durian

Siapkan Batang Bawah

Tahap pertama, terlebih dahulu siapkan tanaman batang bawah yaitu bibit tanaman kakao yang berasal dari persemaian biji. Usahakan pilih batang tegak dan kokoh dengan diameter yang kurang lebih sama dengan batang atas yang akan digunakan. Pilih tanaman yang sehat dan terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Siapkan Batang Atas/Entres

Tahap kedua, siapkan batang atas/entres yang didapatkan dari pohon kakao indukan dengan varietas unggul, produktif, sehat dan bebas dari serangan hama atau penyakit. Pilih bagian entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman). Potong entres pilihan, yang satu entres terlengkapi dengan 3 buah mata tunas, lalu pangkas semua daunnya untuk mencegah penguapan.

Alat yang Dibutuhkan

  • Siapkan pisau okulasi yang tajam atau cutter, bersihkan dengan alkohol agar steril.
  • Gunakan plastik PE, grafting tape, atau gunakan plastik es lilin untuk membalut batang.

Baca Juga : Cara Sambung Pucuk Tanaman Petai

Tahap Sambung Pucuk / Grafting

  • Terlebih dahulu potong pohon batang bawah dibagian sedang, yaitu batang tidak terlalu muda atau terlalu tua, kurang lebih 10 cm dari pangkal batang.
  • Lalu, belah batang bawah sekitar 2cm dengan menggunakan pisau tajam, cutter atau silet tepat dibagian tengah sehingga kedua sisinya sama.
  • Selanjutnya, Siapkan batang atas/entres kira-kira 10-15cm, dan pada batang atas atau entres lakukan sayatan pada sisi kanan dan kirinya agar membentuk lancip seperti baji. Lakukan sayatan hanya sekali saja, jangan diulang-ulang.
  • Setelah itu, sisipkan batang atas/entres pada belahan batang bawah, usahakan kambium batang atas dan batang bawah saling bertemu. Karena itu, penting untuk memilih batang bawah dan batang atas dengan ukuran yang hampir sama.
  • Selanjutnya, lakukan pengikatan sambungan dengan menggunakan plastik es lilin atau grafting tape.
  • Ikat dengan cara melilitkan plastik es lilin dari bagian bawah sambungan hingga sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat ikatan dibagian atas agar air hujan tidak masuk mengenai sambungan, lilitkan kembali ke bawah kemudian diikat.
  • Ikatan tidak boleh terlalu kuat karena dapat menyebabkan memar pada bibit sehingga dapat menyebabkan kegagalan. Ikat asal rapat dan sambungan tidak tidak goyah.
  • Setelah itu, sungkup entres menggunakan plastik es dan sungkup tidak perlu diikat.
  • Sisakan daun pada batang bawah agar tanaman dapat berfotosintesis, sehingga proses penyambungan berjalan dengan baik.
  • Sungkup sambungan menggunakan plastik es lilin, ikat plastik sungkup pada bagian bawahnya agar tidak mudah lepas, pengikatan sekedarnya saja jangan terlalu rapat.
  • Jika batang bawah ditanam dalam polybag maka sebaiknya letakkan diarea teduh agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. Namun, jika batang bawah ditanam pada lahan maka buat naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung.
  • Jika teknik sambung pucuk/grafting berhasil, dalam 2 minggu biasanya akan tumbuh tunas-tunas baru yang muncul dari ketiak-ketiak daun entres, dan buka sungkup plastiknya.
  • Biasanya kurang lebih 3-bulan bulan setelah penyambungan, tanaman telah tumbuh baik dan sambungan sudah tampak kuat, maka tali pengikat pada batang sambung pucuk bisa dibuka. Jika tali telah dibuka, maka bibit sudah siap ditanam¬†langsung pada lahan.

Baca Juga : Cara Sambung Pucuk Tanaman Nangka

Demikian artikel pembahasan tentang Cara Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Coklat) , semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.